SDGs #11 KOMUNITAS KOTA

Lokakarya Istimewa

Batik Tiga Negeri adalah mahakarya wastra nusantara yang terkenal karena proses pewarnaannya dilakukan di tiga "negeri" berbeda yakni Lasem, Sala, dan Pekalongan. Tiga warna juga mencerminkan akulturasi budaya Tionghoa, Belanda, dan Jawa. Nama ini juga merujuk pada kombinasi tiga warna utama (merah, biru, coklat) dengan motif perpaduan pedalaman dan pesisir, menjadikannya batik yang unik karena prosesnya yang rumit dan memakan waktu lama.

Prodi Ilmu Sejarah UNY Selenggarakan Workshop dan Tour Bertema “Memahami Wajah Pendidikan Kita”

Yogyakarta, 20 September 2025 — Program Studi Ilmu Sejarah, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Negeri Yogyakarta menggelar kegiatan Workshop dan Tour dengan tajuk “Memahami Wajah Pendidikan Kita: Dekolonialitas Pendidikan Indonesia melalui Majalah Poesara Tamansiswa”, pada Sabtu, 20 September 2025.Kegiatan ini dihadiri oleh para pegiat sejarah, peneliti muda, serta guru-guru sejarah dari berbagai sekolah di wilayah Yogyakarta.

Program Studi Ilmu Sejarah FISHIPOL UNY menjalin Kerja Sama dengan Museum Dewantara Kirti Griya

.Program studi Ilmu Sejarah FISHIPOL UNY menjalin kerja sama dengan Museum Dewantara Kirti Griya Yogyakarta. Kerja sama ini diawali dengan ditandatanganinya Perjanjian Kerja Sama antara Dekan FISHIPOL UNY, Prof Mukhamad Murdiono, M.Pd dengan Kepala Yayasan Museum Dewantara Kirti Griya, Ki Muwarto. Penandatangan Perjanjian Kerja Sama dilakukan pada Kamis, 6 Maret 2025 di Museum Dewantara Kirti Griya, Yogyakarta. Kerja sama yang disepakati akan berlaku selama lima tahun ke depan.

Talkshow Penelitian Program Studi Ilmu Sejarah Fakultas Ilmu Sosial, Hukum, dan Ilmu Politik Universitas Negeri Yogyakarta

Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah (HMIS) Divisi Penelitian dan Pengembangan (Litbang) telah menyelenggarakan sebuah Talkshow yang berkaitan dengan penulisan karya ilmiah, yang tentunya bertujuan untuk meningkatkan pemahaman tentang pentingnya kreativitas dan intelektualitas dalam penulisan karya ilmiah. Juga memberikan wawasan tentang cara mengintegrasikan aspek kreatif dan intelektual dalam penelitian dan penulisan akademis serta yang tak kalah penting mendorong peserta untuk menghasilkan karya tulis yang tidak hanya akurat secara ilmiah, tetapi juga menarik dan inovatif.

Workshop dan Tour "Harmoni Kasultanan Yogyakarta: Dulu, Kini, dan Nanti"

Laboratorium Ilmu Sejarah melakukan Workshop dan Tour seri 2 "Harmoni Kesultanan Yogyakarta : Dulu, Kini dan Nanti”, yang diselenggarakan Minggu,10 Maret 2024 pukul 08.00 di ikuti kurang lebih 65 peserta. Dengan total destinasi sejarah 2 tempat yang saling berhubungan khususnya antara Keraton Ngayogyakarta dan keistimewaat Nyogyakarta. Pada sesi kunjungan pertama di mulai dari menyusuri Museum Kereta Wahana Rata dan kemudian dilanjut ke Kedhaton Keraton Ngayogyakarta. Sebelum memulai tour peserta berkegiatan workshop di gedung KHD lantai 2 FISHIPOL UNY, yang di pandu oleh Nanang Setiawan, MA.

Seri I: Workshop dan Tur - Dari Republikanisme Desa Menuju Kolonialisme Internal Jawa

Laboratorium Sejarah menyelenggarakan rangkaian Workshop dan Tur #darkhistory yang bertujuan untuk melawan ketidaktahuan dan menolak lupa. Untuk sesi pertama dibuka dengan tema “Dari Republikanisme Desa Menuju Kolonialisme Internal Jawa" yang telah terselenggara pada tanggal 24 Febuari 2024. Peserta yang berjumlah 33 orang dipandu oleh Kuncoro Hadi, staf pengajar Ilmu Sejarah UNY sekaligus pengkaji sejarah Mataram Islam.

Pendampingan Penulisan Sejarah Dusun Tegalsenden (Kedung) dan Gupolo, Cucukan, Klaten, Jawa Tengah, Berbasis Sumber Lisan

Menulis sejarah desa merupakan sebuah tantangan yang sulit bagi masyarakat desa itu sendiri. Hal ini disebabkan karena mereka memiliki keterbatasan dalam memahami dan mengakses sumber-sumber informasi yang dibutuhkan, seperti dokumen-dokumen arsip dan literatur yang mendukung serta bagaimana menggunakan sumber lisan (sejarah lisan dan tradisi lisan). Perlu adanya pendampingan sejarawan akademis dalam menulis sejarah desa.

Sikresma x Sarasehan: Taman Benteng Mataram Pleret 2023

Rangkaian kegiatan penyambutan mahasiswa baru Ilmu Sejarah tahun 2023 dilaksanakan kembali. Setelah sebelumnya sudah terlaksana PKKMB Archipelago 2023, yang menjadi acara penyambutan pertama saat mahasiswa baru menjadi bagian dari Program Studi Ilmu Sejarah 2023. kemudian, Himpunan Mahasiswa Ilmu Sejarah kembali mengadakan acara yang disitu dapat menjadi kesempatan bagi mahasiswa baru Ilmu Sejarah dan juga kakak tingkat untuk bisa dapat bertemu satu sama lain.