Transformasi Sejarah Perempuan Indonesia: Digitalisasi Arsip dan Virtual Reality di Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita

Program Studi Ilmu Sejarah meluncurkan inisiatif strategis untuk memajukan pelestarian sejarah nasional dengan fokus pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs), dengan Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) yang berjudul "Pelatihan Digitalisasi Arsip dan Pengembangan Virtual Reality di Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia". Kegiatan ini berlangsung intensif mulai Agustus hingga Oktober 2025. Kegiatan ini dipimpin oleh Dr. Miftahuddin, M.Hum., bersama tim pelaksana, baik dosen maupun mahasiswa program studi Ilmu Sejarah dan Pendidikan Sejarah UNY. Program ini menargetkan staf Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia, yang menjadi mitra utama. Museum tersebut menyimpan warisan penting terkait perjuangan perempuan Indonesia, termasuk arsip Kongres Perempuan Pertama tahun 1928.Mendukung SDGs Melalui Inovasi DigitalProyek ini secara spesifik menyasar SDG 4, Pendidikan Berkualitas, dengan memanfaatkan teknologi modern untuk mendemokratisasi akses terhadap informasi sejarah. Permasalahan utama yang dihadapi adalah arsip fisik rentan kerusakan dan kehilangan, sementara minat generasi muda terhadap sejarah kian menurun. Oleh karena itu, digitalisasi arsip dan pemanfaatan Virtual Reality (VR) menjadi solusi yang ditawarkan. Digitalisasi memungkinkan koleksi yang sebelumnya hanya dapat diakses secara fisik, kini tersedia dalam format digital yang mudah dijangkau melalui platform daring. Lebih jauh, penggabungan digitalisasi dengan teknologi VR akan meningkatkan potensi edukatif museum secara signifikan. Teknologi VR memberikan pengalaman belajar yang imersif. Pelaksanaan Program pada Agustus-Oktober 2025Fase implementasi utama, yang mencakup pelatihan digitalisasi arsip dan pengembangan VR, difokuskan pada bulan Agustus 2025. Pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kemampuan teknis staf museum terkait digitalisasi dan pengembangan media arsip berbasis VR. Metode pelatihan yang digunakan meliputi ceramah, simulasi, diskusi, dan praktik lapangan langsung, termasuk pengambilan arsip visual melalui panorama 360 derajat. Setelah pelatihan, fase pendampingan dan monitoring akan dilakukan pada September 2025, untuk memastikan keberlanjutan program. Seluruh rangkaian kegiatan akan diakhiri dengan Evaluasi Program PKM dan penyusunan laporan pada Oktober 2025. Dengan mengintegrasikan teknologi ke dalam pelestarian sejarah, UNY berupaya memperkuat memori kolektif bangsa, meningkatkan literasi sejarah di kalangan digital natives, dan memastikan relevansi Museum Monumen Kesatuan Pergerakan Wanita Indonesia di era revolusi digital. Pemanfaatan teknologi VR ini menjadi alat edukasi efektif yang menjembatani masa lalu dan masa kini, sejalan dengan target SDG 4 untuk menjamin pendidikan yang inklusif dan berkualitas.  Proses aktivitas pembuatan video 360 dapat dilihat pada instagram prodi Ilmu Sejarah UNY maupun museum pergerakan wanita Indonesia: https://www.instagram.com/reel/DOc2wXBkjVI/?igsh=QkFSYndYamtGOA%3D%3D